Ideawal obrolan Warkop Prambors berawal dari dedengkot radio Prambors,Temmy Lesanpura. Radio Prambors meminta Hariman Siregar, dedengkotmahasiswa UI untuk mengisi acara di Prambors. Hariman pun menunjukKasino dan Nanu, sang pelawak di kalangan kampus UI untuk mengisi acaraini.
Ide ini pun segera didukung oleh Kasino, Nanu, dan Rudy Badil, laludisusul oleh Dono dan Indro.Rudy yang semula ikut Warkop saat masih siaran radio, tak berani ikutWarkop dalam melakukan lawakan panggung, karena demam panggung (stagefright). Untuk hal itu, Rudy mengaku 'Pernah sekali saya coba dipanggung TIM, saya menyadari bahwa saya tidak mampu. Setelah itu yanggak usah saja,'Dono pun awalnya saat manggung beberapa menit pertama mojok dulu, karenamasih malu dan takut. Setelah beberapa menit, barulah Dono mulai ikutberpartisipasi dan mulai kerasan, hingga akhirnya terus menggila hinggaakhir durasi lawakan.
Indro adalah anggota termuda, saat anggota Warkopyang lain sudah menduduki bangku kuliah, Indro masih pelajar SMA.Pertama kali Warkop muncul di pesta perpisahan (kalau sekarang promnite) SMP IX yang diadakan di Hotel Indonesia. Semua personil gemetar,alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja,tidak terlalu sukses. Namun peristiwa di tahun 1976 itulah pertama kaliWarkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp 20.000.
Uangitu dirasakan para personil Warkop besar sekali, namun akhirnya habisuntuk menraktir makan teman-teman mereka.Berikutnya mereka manggung di Tropicana. Sebelum naik panggung, kembaliseluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tapi ternyata hasilnyakembali lumayan.Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup WarkopPrambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawakIndonesia. Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkoptetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP (Pancaran Sinar Petromaks),yang bertetangga dengan Warkop.
Sejak itulah honor mereka mulaimeroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang,setiap personil mendapat no pek go ceng (Rp 250.000).Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yangmerupakan pelesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota). Ini karenanama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri.Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirimroyalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors. Maka itukemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikanpraktek upeti itu.Dari semua personil Warkop, mungkin Dono lah yang paling intelek, walauini agak bertolak belakang dari profil wajahnya yang 'ndeso' itu. Donobahkan setelah lulus kuliah menjadi asisten dosen di FISIP UI tepatnyajurusan Sosiologi. Dono juga kerap menjadi pembawa acara pada acarakampus atau acara perkawinan rekan kampusnya.
Kasino juga lulus dariFISIP. Selain melawak, mereka juga sempat berkecimpung di dunia pencintaalam. Hingga akhir hayatnya Nanu, Dono, dan Kasino tercatat sebagaianggota pencinta alam Mapala UI.Setelah puas manggung dan mengobrol di udara, Warkop mulai membuatfilm-film komedi yang selalu laris ditonton oleh masyarakat. Darifilmlah para personil Warkop mulai meraup kekayaan berlimpah.
Denganhonor Rp 15.000.000 per satu film untuk satu grup, maka mereka punkebanjiran uang, karena hampir tiap tahun mereka membintangi satu filmdi dekade 1980-an. Malah beberapa tahun ada dua film Warkop sekaligus.Kelebihan Warkop dibandingkan grup lawak lain, adalah tingkat kesadaranintelektualitas para anggotanya. Karena sebagian besar adalah mahasiswa(yang kemudian beberapa menjadi sarjana), maka mereka sadar betul akanperlunya profesionalitas dan pengembangan diri kelompok mereka.Ini dilihat dari keseriusan mereka membentuk staf yang tugasnya membantumereka dalam mencari bahan lawakan. Salah satu staf Warkop ini kemudianmenjadi pentolan sebuah grup lawak, yaitu Tubagus Dedi Gumelar aliasMiing Bagito.Saat itu Miing mengaku bahwa ia ingin sekali menjadi pelawak, dankebetulan ia diterima menjadi staf Warkop. Kerjanya selain mengumpulkanbahan lawakan, melakukan survei lokasi (di kota atau daerah sekitartempat Warkop akan manggung), kalau perlu melakukan pekerjaan pembantusekalipun seperti menyetrika kostum para personil Warkop. Ini dilakukanMiing dengan serius, karena ia sadar disinilah pembelajaranprofesionalitas sebuah kelompok lawak. Miing sempat ikut dalam kasetwarkop dan film warkop, sebelum akhirnya membentuk kelompok lawaksendiri bersama Didin (saudaranya) dan Hadi Prabowo alias Unang yangdiberi nama Bagito (alias Bagi Roto).Dalam era televisi swasta dan menurunnya jumlah produksi film, DKI punlantas memulai serial televisi sendiri.
Serial ini tetap dipertahankanselama beberapa lama walaupun Kasino tutup usia di tahun 1997. SetelahDono juga meninggal di tahun 2001, Indro menjadi satu-satunya personelWarkop. Sedangkan Nanu sudah meninggal lebih lama karena sakit liver dandimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta. Warkop atau sebelumnya Warkop Prambors, juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu (nama asli Nanu Mulyono), Rudy Badil, Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro).Nanu, Rudy, Dono dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia(UI), Jakarta sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila Jakarta.Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai diWarung Kopi yang merupakan garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala BagianProgramming Radio Prambors.
Acara lawakan setiap Jumat malam antarapukul 20.30 hingga pukul 21.15, disiarkan oleh radio Prambors yangbermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias MentengPinggir.Dalam acara itu, Rudi Badil dalam obrolan sering berperan sebagai Mr.James dan Bang Cholil. Indro yang berasal dari Purbalingga berperansaebagai Mastowi (orang Tegal), Ubai (orang Ansori). Kasino yang asliGombong perannya bermacam-macam: Mas Bei (orang Jawa), Acing/Acong(orang Tionghoa), dan Buyung (orang Padang). Nanu yang asli Madiunsering berperan sebagai Tulo (orang Batak). Dono sendiri hanya berperansebagai Mas Slamet (orang Jawa).
Berikut adalah Daftar Lengkap 34 Film disusun berdasarkan tahun rilis1. Mana Tahaaan (1979) bersama Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi dan Kusno SudjarwadiFilm Mana Tahan pada tahun 1980-an mampu menyedot 400.816 penonton. Angka itu tentu sangat fantastis di tengah situasi perfilman waktu itu.Film yang mengisahkan tentang anak kampung bercita-cita kuliah di Jakarta ini memancing tawa. Cerita singkatnya, Indro dan Dono adalah anak daerah dari Purbalingga. Kedunya bertemu di kereta.
Keduanya sama-sama ingin kuliah di Jakarta dan indekos di tempat Rahayu Effendi. Di tempat indekos itu juga ada Kasino dan Nanu. Keberadaan Elvy menambah cerita semakin berkarakter dan lucu. Ketiganya bersaingan mendapatkan Elvy. Di tengah cerita, Elvy rupanya hamil, dan informasi ini terdengar sampai ketelinga Rahayu yang menjadi ibu kos.
Setelah diselidiki, ternyata yang menghamili adalah mantan suami majikan yang diperankan oleh Kusno Sudjarwadi.Singkat cerita, meski dalam perjalanan kuliah Dono, Kasino dan Indro diwarnai berbagai macam problema mereka akhirnya bisa menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswa dan menjadi sarjana.2. Gengsi Dong (1980) bersama Camelia Malik, Zainal Abidin dan M. Pandji AnomSlamet (Dono) adalah seorang anak pedagang tembakau kaya(M.Pandji Anom), sedangkan Paijo (Indro) seorang anak pengusaha minyak, dan Sanwani (Kasino) seorang anak pengusaha bengkel kecil. Mereka bertiga sama-sama kuliah di sebuah universitas, dan sama-sama jatuh cinta kepada Rita (Camelia Malik), seorang anak dosen(Zainal Abidin&Komalasari). Mereka sama-sama menunjukkan gengsi tinggi untuk merebut Rita.
Dono, Kasino, dan Indro akhirnya sama-sama kecewa, karena Rita dipertunangkan dengan seorang Akabri.3. Pintar Pintar Bodoh (1980) bersama Eva Arnaz, Debby Cynthia Dewi, Dorman Borisman dan Dana ChristinaFilm ini berkisah tentang Dono, Kasino, Indro dan Dorman yang ingin membuka sebuah kantor detektif. Namun karena ketidaksepahaman antara mereka, persahabatan mereka pun terbelah menjadi dua kubu yaitu Kubu Kasino-Dono dan Kubu Indro-Dorman. Kedua kubu tersebut bersaing untuk menjadi detektif terbaik. Persaingan pun dimulai saat mereka mencari sekertaris cantik dn mempromosika kehebatan mereka. Dan mereka tak tahu sekertaris mereka mengkhianati bossnya masing masing. Sekertaris Indro berpacaran dengan sekertaris Kasino dan membeberkan rahasia perusahaan Kasino kepada Indro begitupun sebaliknya. 18. Depan Bisa Belakang Bisa (1987) bersama Eva Arnaz dan HIM DamsyikDono, Kasino, dan Indro bertindak sebagai detektif Depan Bisa Belakang Bisa.
Kelompok detektif ini membantu dalam pengungkapan hilangnya berlian dari Jepang. Di film ini kita bisa melihat Dono berubah menjadi superhero ala Gaban.19. Makin Lama Makin Asyik (1987) bersama Meriam Bellina, Susy Bolle dan TimbulDono, Kasino, dan Indro tinggal di sebuah rumah kost. Kelucuan mulai terjadi dari pemilik flat tante Sarah (Susy Bolle) yang sedang pacaran. Kasino dan Indro memasang mikrofon hingga suara pacaran itu terdengar ke seluruh kamar. Maka perseteruan tante Sarah dan tiga sekawan terjadi.Lalu datang Erna (Meriam Bellina) keponakan tante Sarah. Tiga sekawan tadi berlomba menarik hati Erna. Suatu saat tiga sekawan diajak Erna ke klab malam.

Di situ jumpa dengan tante Sarah. Tiga sekawan terpaksa menyamar jadi wanita.20. Saya Suka Kamu Punya (1987) bersama Doyok dan Didik MangkuprojoDono, Kasino, dan Indro diterima sebagai pemain wayang orang, maka kelucuan dalam pentas ini di munculkan antara lain perkelahian betul-betulan yang membuat penonton senang. Kemudian muncul masalah lain, tanah untuk wayang orang itu berdiri diincar pleh Gozal (Didik Mangkuprojo) pengusaha real estate.
Rebutan tanah dan sertifikatnya yang kemudian jadi bahan banyolan. Penyelesaiannya Dono dan kawan-kawan bertanding tinju dengan jago-jago Gozal.21. Jodoh Boleh Diatur (1988) bersama Raja Ema, Silvana Herman, Yurike Prastika, Ira Wibowo dan Nia ZulkarnaenDono, Kasino, Indro mencari pacar lewat biro jodoh. Persoalan timbul karena pasangan mereka yang direkomendasikan kepala biro jodoh (Ira Wibowo) itu. Indro kecewa karena pasangannya ternyata sedang meneliti tentang kesetiaan pria untuk skripsinya. Dono nyaris dipecat gara-gara kebanyakan memakai telpon untuk pacaran, sedang pasangan Kasino ternyata penipu. Calon Dono, Rita (Raja Emma) tiba-tiba menghilang dan lewat kakeknya (Panji Anom) menitipkan bayi pada Dono.
Ternyata Rita menghindar dari suaminya yang datang mencari dan ingin mengajak rujuk. Rita pergi, karena tak mau dimadu. Maka kelucuan pindah dengan soal bayi itu, yang mengingatkan akan film’”Three Man and a Baby”. Dono jatuh cinta pada bayi itu, hingga waktu diambil Rita dan suaminya kembali ke Malaysia, dia bagaikan kehilangan ingatan dan menyusul ke Malaysia dengan menggendong-gendong boneka ditemani Indro dan Kasino. Setelah bertemu bayi itu, ia bisa tertawa kembali.22. Malu-Malu Mau (1988) bersama Nurul Arifin, Kiki Fatmala dan Sherly MalintonDono, Kasino, Indro hidup satu kos dengan Lisa (Nurul Arifin) dan Selly (Shirley Malinton).
Pemilik kos tersebut adalah Pak Raden (Suyadi). Gara-gara membaca pengisian sebuah kuis majalah, Indro dibuat penasaran oleh Kasino, bahwa salah satu teman kos tadi jatuh hati pada Indro.
Lewat berbagai banyolan, hal itu ternyata hanya salah paham. Kasino sendiri mendapat nasib malang lewat kesalahan pegawai bank yang memberikan uang berlebih dari yang diminta. Uang yang disimpan dan hendak dikembalikan ternyata harus melalui cara yang berbelit-belit untuk mengundang kelucuan. Lalu giliran Dono yang mendapat pacar kulit putih juga mengalami nasib sama.23. Godain Kita Dong (1989) bersama Lisa Patsy, Ida Kusumah dan TarsanKasino dan Indro bekerja di peternakan ayam milik pamannya (Tarzan). Mereka iri pada Dono, anak pamannya yang sekolah di Amerika, dan kembalinya membawa pacar orang Amerika, Madonna (Lisa Patsy), padahal Dono sudah dijodohkan orangtuanya dengan Ayu Sukoco (Nandya Nathasia)24. Sabar Dulu Doong!
(1989) bersama Anna Shirley, Pak Tile dan Eva ArnazDono, Kasino, dan Indro tinggal di sebuah rumah kost. Kelucuan mulai terjadi dari pemilik flat tante Sarah (Susy Bolle) yang sedang pacaran. Kasino dan Indro memasang mikrofon hingga suara pacaran itu terdengar ke seluruh kamar. Maka perseteruan tante Sarah dan tiga sekawan terjadi.Lalu datang Erna (Meriam Bellina) keponakan tante Sarah.
Tiga sekawan tadi berlomba menarik hati Erna. Suatu saat tiga sekawan diajak Erna ke klab malam.
Di situ jumpa dengan tante Sarah. Tiga sekawan terpaksa menyamar jadi wanita.25. Mana Bisa Tahan (1990) bersama Nurul Arifin, Zainal Abidin dan Sally MarcellinaDono punya pacar dua sekaligus, Windy (Nurul Arifin) dan Cindy (Sally Marcelina, hingga sering sukar mengatur pertemuan dan sering salah paham.
Kasino dan Indro iri, hingga ia membuat perpacaran Dono berantakan dengan menjelek-jelekkan Dono di hadapan orangtua kedua gadis tadi. Dono kemudian balas dendam dengan mengerjai Kasino dan Indro.26. Sudah Pasti Tahan (1991) bersama Nurul Arifin, Sherly Malinton dan Sally MarcellinaKisah tentang tiga serangkai (Dono, Kasino, Indro) bersama dua gadis cantik, Linda (Sally Marcelina) dan Christin (Nurul Arifin), yang berhasil ditarik dari asrama putri untuk tinggal bersama mereka.
Linda adalah pacar Kasino, sementara Christin pacar Indro. Mereka berlima menjadi juri ratu pantai oleh seorang produser. Salah satu calon ratu pantai mencoba merayu Dono, Kasino dan Indro. Linda dan Christin marah dan mengerjai tiga serangkai ini.27. Bisa Naik Bisa Turun (1991) bersama Kiki Fatmala, Fritz G. Schadt dan Sally MarcellinaWarkop belajar jadi Satpam yang ternyata dikomandani oleh seorang pasien rumah sakit jiwa. Lalu mereka bekerja disebuah perusahaan yang menjadi seorang wanita, karena perusahaan membutuhkan seorang pekerja wanita. Film terlaris I di Jakarta tahun 1992 menurut data Perfin.28. Lupa Aturan Main (1991) bersama Eva Arnaz, Fortunella dan Hengky SolaimanRumah yang ditempati Dono (Dono) Kasino (Kasino), Indro (Indro), Anneke (Intan Fully) dan Sofia (Eva Arnaz) akan kedatangan tamu seorang penyanyi cantik, Donna (Fortunella).
Namun, saat Donna berkunjung, terjadi kegegeran akibat ulah perampok bergigi tonggos (Diding Boneng). Mereka bertekad menangkap perampok itu. Melalui koran yang memberitakan keberanian Dono menantang perampok, diatur strategi menangkap perampok itu.
Perampok muncul,yang sebenarnya adalah polisi yang ditugaskan untuk mengawal Dono. Dono dan kawan-kawan langsung meringkus dengan memberi makan onde-onde beracun. Setelah polisi tadi teler, datang orang berseragam Polisi yang sedang menyamar, yang merupakan perampok sebenarnya. Dalam keadaan gawat, Sofia membujuk Polisi palsu dengan onde-onde, hingga teler pula. Di bagian akhir cerita, perampok palsu yang sebenarnya polisi dibangunkan dan melihat polisi palsu yang sebenarnya perampok tidur dan akhirnya mereka bergembira.29. Masuk Kena Keluar Kena (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella dan Sally MarcellinaDono, Kasino, dan Indro tersesat ke pulau terpencil yang dihuni suku primitif yang semua terdiri dari wanita cantik.
Suku tersebut dipimpin oleh kepala suku (Pak Tile) dan ketiga anaknya yang gemuk. Dono, Kasino, dan Indro dijodohkan dengan ketiga anak kepala suku, sehingga Dono, Kasino, dan Indro berusaha untuk melarikan diri dari pulau.30. Salah Masuk (1992) bersama Gitty Srinita, Tarida Gloria dan Angel IbrahimTiga sekawan Dono, Kasino, Indro menjadi pekerja film iklan. Kisah berjalan kesana-kemari khusus untuk mencari efek lucu.
Mula-mula muncul soal Dono yang tertarik penari perut yang bernama Selly (Fortunella), yang lalu coba dirayu Indro memanfaatkan kesempatan Dono yang sedang pergi. Ternyata sang penari itu dimanfaatkan orang lain untuk memeras. Lalu bikin iklan bir dengan pemain gendut, yaitu Yuli (Tarida Gloria), yang saat shooting malah membuat kacau. Dan selanjutnya adalah rentetan banyolan yang tak ada hubungannya dengan peristiwa di atas.31. Bebas Aturan Main (1993) bersama Lella Anggraini, Gitty Srinita dan Diah PermatasariDono, Kasino, Indro kehilangan celana ketika sama-sama sedang buang air besar di WC umum sebuah tempat hiburan. Secara serampangan Dono mengambil celana seorang bapak yang buang air di WC sebelahnya.
Karena Seorang Bapak Kaget Melihat Dono,Kasino,Indro Mengambil Celananya,Dia Pun Marah-marah hingga mereka bertiga lari. Saat Dono,kasino,indro hendak Pulang ke Rumah,Mereka didatangi 3 Perempuan Yang bernama Yuli, Nela, dan Lisa dan mereka bertiga menumpang mobil itu. Saat Mobil berjalan,Velg Mobilnya Mengenai Seorang Laki-laki yang sedang berjalan bersama perempuan dan dono,kasino,indro Pun menertawakannya. Saat Di Rumah, Kasino Hendak Makan roti,Tapi Rotinya Terbuka Sendiri Seperti Buaya. Kelucuan Terulang Kembali Saat Kasino Meminum Sari Cabe Yang Membuat mulutnya Terbakar. Namun,kasino kena Sial lagi lantaran dono Menyemprotkan Cream Ke Wajah kasino.
Kemudian,kasino dan indro pun datang ke rumah pacarnya. Namun,mereka dijahili seorang anak yang menyemprotkan cream ke kepalanya dan memberinya es krim. Namun,saat bapak yang pernah kehilangan celana itu terkejut bahwa mereka berdua Adalah pelaku yang mencuri celana itu. Kemudian kasino dan indro pun dikejar-kejar dan menaruh dua es krimnya ke mata bapak tersebut lalu kabur.
Di rumah,dono,kasino, dan indro sedang berdiskusi bagaimana caranya bisa masuk ke dalam rumah ituMalammnya,disaat seorang satpam sedang Berjoget karena lagu yang berputar di radio, dono,kasino, indro pun punya cara untuk masuk. Yaitu melewati pagar. Saat mereka bertiga sampai di pagar,dono pun bersin karena daun yang bertengger disampingnya hingga suaranya terdengar oleh Satpam. Saat dono hendak naik,tiba-tiba dia terpeleset dan seorang bapak keluar dan mereka mengira itu ulah kucing (dia mengira tetapi suaranya terdengar). Saat kasino nunjuk memakai jarinya,dono pun kemasukan jari kasino lalu mereka berdua berkelahi sampai-sampai Kasino Mendorong Dono Ke Drum Minyak hingga suaranya terdengar oleh satpam. Ternyata,itu kucing (suaranya terdengar lagi) dan Satpam Pun Memaki-maki.
Saat mereka hendak turun,indro memberitahu dono bahwa ada tombol suara penghubung radio yang mudah ter-injak namun dono menginjaknya hingga radio itu menyala dan membangunkan bapak itu. Saat mereka bertiga menyelinap,bapak itu keluar untuk memeriksa.
Tapi,Dono,kasino, Dan Indro Menirukan suara kucing yang sedang kelaparan sampai-sampai Mereka Bertiga Dilempari Sepatu. Saat mereka berjalan masuk,indro tak sengaja menjepit tangan dono di jendela.
Keitika mereka bertiga berjalan,mereka kaget akan pintunya segera terbuka. Indro Memerintahkan kasino Melempari Seorang Perempuan Gemuk Itu Dengan kucing dan kasino melemparinya hingga dia ketakutan.Dan Akhirnya,Mereka Bertiga Berhasil Masuk Dan Bertemu Kembali dengan Yuli, Nela, dan Lisa. Saat satpam sedang tidur,Terdengar Suara Barang Pecah Dan Suara Kucing. Dia Masuk Ke Rumah Dan Mendengar suara alarm dari jam weker. Tiba-tiba,bapak itu kaget ketika melihat statpam menyelinap masuk ke rumahnya dan Dono,Kasino, Indro Ketahuan dan mereka dikejar-kejar sampai-sampai mereka bertiga ditembak dan berhasil kabur.Saat dono membersihkan karpet dengan Vacuum Cleaner,motif karpet tersebut hilang dan indro keluar untuk mengerjai kasino yaitu mengganti Shampoo dengan Botol yang berisi Air Tanah. Saat kasino keluar dari kamarnya,dia membawa alat seperti rautan dan indro memasukkan jarinya hingga merasa kesakitan. Ternyata,Alat tersebut adalah rautan Pensil.Mereka bertiga pun mempunyai strategi untuk bisa masuk ke dalam rumah pacarnya kembali.
Dia menelepon bapak itu dengan menyamar sebagai Pengawai Pemda DKI Jakarta dalam lomba rumah bersih,mereka berjanji membawakan patung Michael Jackson. Akhirnya,mereka bertiga sampai di rumah. Tapi,kasino sakit karena dia menekan bel yang rusak hingga tersengat Listrik. Dono Pun Menyamar Sebagai Patung Michael Jackson yang ditaruh disamping tangga.
Dia Terlalu Capek Untuk Menjadi Patung Dan Dono Membius bapak & pembantu itu dengan “Chloroform” hingga mereka terdidur. Dono Pun Memotret Bapak dan pembantu itu dengan Kamera Miliknya dan kabur.Besoknya,mereka bertiga kembali ke rumah itu & bapak pemilik rumah itu marah dan Kasino Menjelaskan bahwa mereka adalah orang baik & menyerahkan buktinya.
Akhirnya,Yuli, Nela, dan Lisa diizinkan oleh ayahnya untuk Pergi Ke Pantai Bersama Dono,kasino, dan Indro. Sat bapak melihat fotonya,dia mengira bahwa foto itu tidak ada. Dia memanggil satpam untuk menyusul ke pantai.Sesampainya dia di pantai,Mereka bertiga dikejar-kejar oleh bapak dan satpamnya dan mereka bertiga mengambil mobil milik PL. Yang sedang Buang air kecil. Indro Memutus Sambungan Kargo mobil yang ditumpangi satpam dan bapak itu. Kelucuan pun terjadi saat mereka bertiga menghindari Mobil Toyota Land Cruiser yang berjalan Zig-Zag tetapi ke arah yang salah Membuat mereka bertiga tercebur ke sungai dan dono Tertangkap oleh satpam dan seorang bapak dari 3 gadis tersebut.32. Bagi-Bagi Dong (1993) bersama Kiki Fatmala dan Inneke KoesherawatiDono yang tinggal dengan kedua sahabatnya dan pacarnya masing-masing sering iri karena belum punya pacar.
Maka dia pergi ke sebuah dukun dan diberi tikus. Di rumah tikus tersebut terlepas dan membuat takut pacar-pacarnya.33. Saya Duluan Dong (1994) bersama Diah Permatasari, Gitty Srinita dan HIM DamsyikDono, Kasino, dan Indro menjadi pelayan di rumah makan milik orangtua Yully (Gitty Srinita), pacar Kasino. Mereka bertiga bukan pelayan biasa, melainkan khusus untuk menghadapi pemilik rumah makan saingan bernama Pak Soleh (HIM Damsyik) yang suka mengganggu rumah makan ayah Yully (Simon PS).Suka duka mereka menghadapi ulah Pak Soleh dibuat untuk mengundang kelucuan yang bersifat fisik, seperti gantian menangkap tikus yang jatuh dari loteng dan sebagainya. Ulah Pak Soleh akhirnya diketahui wartawan dan Polisi. Pak Soleh ditangkap, Kasino dan kawan-kawan bersorak-sorak.34. Pencet Sana Pencet Sini (1994) bersama Sally Marcellina, Pak Tile dan Taffana DewiDono (Wahyu Sardono), Indro (Indrojoyo Kusumo) dan Kasino (Kasino Hadiwibowo) sangat ingin mempunyai mobil, tapi mereka tidak mempunyai uang. Maka kedatangan paman Dono, Dewo Sastro (Tisna S. Brata), dimanfaatkan untuk meminta mobil.
Sayang Dewo Sastro sangat pelit, permintaan Dono tidak dikabulkan. Mereka tidak kehabisan akal. Dengan bantuan teman-temannya, diaturlah sandiwara penculikan Dono oleh penjahat sungguhan, Mata Satu (S. Parya) yang kebetulan kenalannya Indro. Penjahat meminta tebusan pada Dewo Sastro yang jumlahnya cukup untuk membeli mobil. Tapi oleh Mata Satu, tebusan yang diminta jauh lebih besar dari yang disepakati semula.
Dono bahkan diculik sungguhan dan benar-benar akan dibunuh bila permintaannya tidak dikabulkan. Namun Dewo Sastro tetap tak mau menebus Dono. Terpaksa Kasino, Indro dan para teman wanitanya berusaha menyelamatkan Dono. Belakangan Dewo Sastro justru menghadiahkan mobil mewah pada Dono karena telah berhasil meringkus Mata Satu.Source.
https://www.warkopdki.org/daftar-lengkap-34-film-warkop-dki/.